01 November 2011

Film Indonesia, Why Not? (2)

trailer "The Raid", produksi Merantau Films

Ok Bray, gak jauh jarak waktunya dari postingan pertama, sekarang saya akan membeberkan bagaimana "mengendus" film Indonesia yang berkualitas yang akan-sedang-telah tayang di layar perak Indonesia alias Twentiwan.

Hm, kalo dipikir sih ini cocok buat memilih film Indonesia saja. Kalo film barat mah asal nonton aja bisa tanpa memilih, tapi ini Indonesia! berarti Anda harus memilih!

Agar kalian semua gak salah pilih, nih aku kasih tips yang aku buat dan aku coba sendiri, cekidot bray!

1. Promosi & Sponsor
Ya! Film yang sukses pasti gak luput dengan promosinya. Dan promosi yang sukses ini pasti berhubungan dengan publikasi film itu sendiri. Jika makin banyak orang dekat Anda yang tahu tentang film yang disebutkan, sudah pasti itu film yang paling ditunggu dan dipastikan bagus, seperti Bendera Sobek. Mereka berpromosi lewat audisi casting, disponsori oleh Fl*exy dan J*TV, bahkan mungkin sekarang orang-orang telah menunggu premiere-nya. Nah, sponsor juga. Makin banyak sponsor instansi besar yang men-support, itu berarti film tersebut benar-benar menarik hanya dari skenarionya saja.

2. Sinopsis
Sinopsis menentukan karena calon pemirsa ingin tahu lebih dulu apa yang diceritakan dalam film itu nanti agar gak kecelek (tertipu) waktu nonton nanti, sudah bayar dua puluh ribu untuk satu kursi eh ternyata gak berkualitas ceritanya gara-gara cuma tertarik lewat judulnya. Tuh...

3. Stars
Bintang film yang bermain dalam film yang akan Anda tonton. Film tersebut dianggap menarik apabila memasang bintang-bintang ternama yang dalam track record-nya aktingnya selalu bagus dan rajin juga mengisi tiap scene film-film Tanah Air. Bisa diambil contoh seperti Lukman Sardi. Beliau bisa mengisi peran minimal 10 film pertahun, dan filmnya selalu box office di Tanah Air!

4. Produser dan Sutradara
Jika Hanung Bramantyo pernah menjawarai box office Indonesia lewat film Ayat-Ayat Cinta (AAC)-nya, maka jika dia membuat film lagi dengan atau bukan dalam genre yang sama dipastikan akan banyak yang menyaksikan. Karena menurutku, bagus-tidaknya sebuah film bisa dilihat dari kiprah sang sutradara dalam sejarah produksi film.

5. Trailer
Sebenarnya ini mau aku taruh di nomor urut (1), tapi berhubung harus ke nomor (5) yasudah aku taruh disini saja. Hehehe. Oke, film dianggap bagus bila trailernya memuaskan. Trailer memang bukan rangkuman film, tapi hanya sekedar membuat kita penasaran dengan ceritanya dengan gambaran audio dan visualnya. Banyak orang-orang searching trailer film (termasuk saya), dalam hal ini film Indonesia hanya untuk menilai apakah film tersebut layak ditonton atau tidak. Percuma kalau filmnya bagus kalau trailernya tidak mengundang, daripada kita kecelek? :D

6. Prestasi
The Raid adalah film Indonesia yang harus masuk dalam list wajib tonton awal tahun 2012 Anda! Karena begitu banyak pujian dan prestasi untuk film ini, maka mewajibkan Anda untuk menontonnya di layar lebar. Harus!

7. Tanyakan pada orang disekitar Anda yang mengerti betul film Indonesia :D


Sudah itu saja, kalau ada tambahan monggo ditambahkan. Mari bersama-sama majukan film Indonesia dengan menonton yang berkualitas di kursi merah berlayar lebar, jangan cuma NGOMONG! ;))
Read More and Comments

Film Indonesia, Why Not? (1)

Post blog malam ini terinspirasi dari status yang saya buat sendiri barusan :


Yap. Kondisi film Indonesia saat ini memang lagi labil, kadang begini kadang begitu. Katanya sih karena terlalu banyak menuruti pasar. Sebentar, pasar yang mana sih yang dimaksud ini? Pasar TP pagi? jual bekas murah? Padahal film-film yang "gitulah" adalah film baru, tapi kualitas bekas.

Kondisi film Indonesia saat ini sama seperti beberapa belas atau puluh tahun yang lalu ketika film Indonesia mulai tenggelam dan tak terlihat alias mati suri. Film Indonesia dipenuhi oleh adegan seks dan porno yang sebenarnya gak perlu. Yap, Warkop DKI saja sampai terpengaruh. Wanita-wanita seksi pun mulai silih berganti menghiasi layar perak Warkop DKI di bioskop-bioskop Indonesia. Jika Anda pernah melihat film-film Warkop DKI di layar kaca dan didalamnya terdapat adegan jorok atau lainnya, itu pasti produksi tahun 80-90 an!

Ya, kondisinya sekarang sama. Perjuangan itu sulit, masak mau terpuruk lagi kayak zaman dulu?

"Maju Seribu Langkah" by Aulionfilms, membahas tentang genre dan geliat perfilman Tanah Air

Kalo menurutku sih, film horor berbau seks (atau malah seks murni yang dibaluti komedi jayus) masa kini cuma rame pada kurun waktu 2008-2009 saat film-film Indonesia (non-bokep) ramai-ramainya ditonton di bioskop. Puncaknya ya film ML yang sampai tidak lulus sensor mentah-mentah. Gile, produksi film itu mahal! Makanya buat karya yang masih dalam garis normal sajalah....

Kalau tahun 2010 sampai 2011 sih lumayan sudah disekrup alias sudah mulai "waras". Lihat saja sendiri, saya gak bisa nyebut satu persatu film mana aja yang berkualitas Indonesia beredar ke layar lebar bahkan hampir rajin mengisi festival atau kompetisi film di luar negeri, bahkan memenanginya! Hm, mata bule dalam melihat karya seni gak pernah salah, jadi kita musti percaya dengan film-film "juara" tersebut.

Tapi sekarang masalahnya adalah kepercayaan atas orang-orang Indonesia sendiri untuk menonton film Indonesia yang berkualitas tersebut.

Gara-gara film-film Indonesia yang gak jelas sering keluar, akhirnya pemirsa Indonesia kurang percaya atau bahkan ragu-ragu untuk nonton film Indonesia tersebut, meskipun se-berkualitas apapun. Menonton saja mereka sudah ragu, apalagi melirik poster atau trailernya saja. Ini juga saya alami sendiri lho!

Misalnya seperti The Mirror Never Lies.



Di timeline twitter, berkali-kali saya lihat film ini meraih penghargaan taraf internasional berkali-kali. Hei, ini film yang waktu masa penayangannya di bioskop aku ragukan! Berarti saya menyesal tidak menontonnya, dan masih banyak lagi film Indonesia bagus yang saya sesalkan tidak ditonton di layar lebar...

Oke kali ini aku gak boleh kecolongan! Mestakung, The Raid, Bendera Sobek jadi daftar wajib tonton saat ini!

Dari mana saya menilai bahwa film-film tersebut recommended buat ditonton?
Bersambung... Jeng... Jeng...
Read More and Comments

30 Oktober 2011

Bismillah for 'Hidup Banyak Rasa' !

Emm, pastinya kapan aku lupa waktu Ayin ngasih informasi kompetisinya ke aku, tapi yang jelas film ini selesai dengan total 1 bulan! Yang harus saya ucapkan cuma Alhamdulillaaah...

What Film?

Kompetisi yang membuat sebuah ide mendatangi pikiran dan tenaga saya adalah kompetisi Good Day Schoolicious Movie Competition. Alkisah Ayin mention aku di twitter dan ngasih link ke situs kopi Good Day yang katanya sedang ada kompetisi video/film. Waktu aku kroscek ke situsnya dan baca persyaratannya, aku langsung setuju dan dapet ide konsep! Konsepnya tersebut sih simpel-simpel aja sih dan sudah umum, yaitu Stop Motion. Sudah banyak yang buat, bahkan Aulion sudah sering menggunakan dalam video randomnya.

Tapi coba aku buat sesuatu yang baru dari stop motion, dan inilah hasil yang kita buat selama 2 minggu lebih buat mikir ide dan seminggu buat nggarap. Nggarapnya itu pas beberapa hari sebelum deadline, dan alhamdulillah kesampaian :D

Berikut filmnya..



Kru dalam film ini adalah alumni Khadijah semua, yaitu Rizki Sahree dan Abdul Aziz sebagai partner in crime abadiku, dan yang mengurusi scoring tak lain dan tak bukan adalah si mas dari Sahree sendiri, Obenkz.

Alhamdulillah respon positif dari semua temen, dari temen-temen di Khadijah sampai Despro. Semoga minimal masuk 20 besar! amiiiin. Yah kalaupun kalah lapang dada ajalah, yang penting ide ada dan langsung tersalurkan, sebab merealisasikan ide bagiku sulit sekali tanpa bantuan dan dukungan people around me.

Kalo mau tahu, disini ada profilku di Schoolicious Movie Competition.
Mohon bantuannya klik Share & Tweet yaaaa ;))

Bismillah... Jayalah Komikamu Pictures! #sloganjadul
Read More and Comments

20 Oktober 2011



In Memoriam Moammar Kadaffi, the great dictator.
Whatever if you hate and dislike him, please respect. May Allah Bless Kadaffi as like as the other moslem big family, amin.
Read More and Comments

10 Oktober 2011

Balada Patah Hati #2

Ya, ini kisah tentang seorang cewek yang aku dekatin akhir-akhir ini.

Kisah bermula ketika pertengahan semester 2. seperti biasa aku main ke Khadijah, biasa melepas rindu dengan sekolah. Gimana tidak, separuh hidup dihabiskan di sekolah yang terbentang luas ini. Kadang kesana cuma nggambas (gak tau mau ngapain), atau memang ada keperluan dengan guru, ekskul, siswa, dan lainnya.

Suatu hari aku lihat pagelaran Open Mic. Kebetulan, waktu duduk di Aula paling belakang sendiri aku lihat cewek with interesting face. Dia lagi mau siap-siap buat perform. Yah, tertariklah saya untuk mengetahui lebih dalam tentang si anak cewek ini.

FB nya aku add, dia confirm. Habis itu gak tau mau ngewall apaan.

Kebetulan bentar lagi ultahnya, yaudah aku ucapin ultah. Dia bales, dan akhirnya bales-balesan. Kita kenalan, lalu saling follow twitter dan perlahan aku dapat nomor hapenya langsung dari dia.

Tapi ada satu yang bikin aku rada gimana gitu : Dia sedang relationship.

Yaudah, pelan-pelan aja. Dengan seperti itu, usahaku untuk tetap dekat berhasil. Dia tertarik, saling menghibur waktu sedih & senang (menurutku sih).

***

Suatu hari berita "duka" datang darinya : dia putus. Mau senang ya gak ilok (pantes), tapi mau ditutupi gimana lagi. Itu berarti ada harapan, tapi aku gak langsung caplok gitu aja, kan masih dalam masa idath (berduka).

Seperti biasa kita smsan. aku tanya kenapa putus, dia bilang ada masalah blablabla. Yaudah gitu doang dan smsan berlanjut dengan pertanyaan frequently dan gak penting --buat basabasi.

Akhirnya kita ketemu lagi di Khadijah. Sebelumnya dulu dia pernah bilang, "kita ngobrol2 lagi yuuk, aku pengen lagi"

Yauda buat nyenengin dia, nyenengin aku juga.

Akhirnya kita ngerencanain buat keluar bareng. Menurutku, Yippe akhirnya bisa keluar bareng setelah nunggu sekian lama. Akhirnya tiba juga waktu dimana kita bisa bebas berbicara dan berjalan berdua tanpa ada mata-mata dan mulut-mulut "tak tahu apa-apa".

***

Nonton deh kita, janjian di sebuah mall di Sby. Sebelum film dimulai kita ngobrol2 di lobi XXI, sampe lupa sudah waktunya main dan ternyata telat 5 menit! hahaha

Sepanjang film kita saling memberikan info dikit atau bahkan celetukan, yah biar gak diem aja lah. Selesai nonton kita makan diluar, dan berbicara lebih banyak. Dan aku nyatakan ini hari terindah yang pernah aku jalani.

Namun semua terbalik pada hari ini (10/10), ternyata inisial yang dia sebutkan di timeline bukan aku :(

Yah mungkin aku terlalu pede, tapi kalo gak gitu ntar dibilang nggak peka-an. Ternyata salah juga ya....

Dia jadikan inisial cowok lain dipikirannya tsb di bio, dan bahkan mendekati frontal ke inisial twitter cowok kui.

dan sekarang aku tahu siapa orang yang lebih membuat kamu bahagia lebih banyak. semoga seterusnya lah bahagia sama dia, daripada sama aku yang aroganis.

Goodbye.
Read More and Comments

Balada Patah Hati #1

Pasien : "Dok, obat patah hati ada?"
Dokter : "Ini ada, racun tikus.."

Read More and Comments

24 September 2011

Cinta itu kan harusnya penuh ketenangan, kenapa kalian bikin tidak santai?

Read More and Comments

10 September 2011

Mimpi Mati (1)

Pagi ini beda dengan pagi biasanya. Bangun tidur terasa gelisah, mencoba istighfarpun belum tentu merasa tenang. Saya atur nafas saya dan berbisik, "semua akan baik-baik saja" pun belum cukup.

Semua itu karena tadi malam saya mimpi yang benar-benar menjadi mimpi buruk terbaik bagiku. Karena tadi malam saya mimpi diri saya meninggal.

Ya, meninggal alias wafat.

Pernahkah terpikir di benak kalian bagaimana rasanya meninggal? apa yang akan terjadi setelah nyawa kita terlepas dari jasad kita? apalagi kita meninggal dalam usia yang relatif muda? lalu amal apa yang kita bawa ke akhirat? duh.

Belum lagi, didalam mimpiku ini orang-orang dikehidupan saya muncul semua. Ditambah dengan tempat-tempat yang mungkin saya tahu ada didalamnya. Mungkin saya akan cerita lebih jelas dibawah dan sepertinya akan banyak yang akan diceritakan.

***

Suatu hari yang mendung, entah kenapa dirumah saya ada banyak anak Mading KAOSt angkatan sekarang (2010-2011) main ke rumahku. Sepertinya kami sedang melepas penat setelah menang atau apa, yang penting didalam mimpi itu kita hanya tertawa lepas dan bermain apa adanya untuk saling menghibur.

Tiba-tiba pada satu kesempatan, Fiqhi di depan kamar mandi depan di dalam rumah saya itu -entah sengaja atau tidak- memecahkan senampan gelas dan ceret dari kaca. Lalu dia teriak dari kejauhan, "Lek ngene iki salahe sopo??"

Spontan arek-arek langsung diam. Saya sendiri yang duduk di kursi depan pintu masuk rumah hanya duduk dan ingin melihat ada apa.

Lalu Fiqhi datang dengan emosi, lalu cekcok dengan salah satu anak laki-laki (belakangan diketahui cowok). Lantas mereka berdua adu mulut dengan suara yang begitu keras. Saya dan teman-teman KAOSt yang lain hanya memperhatikan saja tanpa tahu apa-apa.

Spontan, mereka mengambil gelas-gelas yang sudah pecah tersebut dan membuatnya senjata. Sambil menodongkan pecahan gelas yang tajam satu sama lain, adu mulut mereka makin keras. Akhirnya mereka memulai "bertarung" menggunakan gelas tersebut.

Belum sempat kena satu sama lain, saya inisiatif untuk mendamaikan mereka berdua. Saya berlari dan merentangkan tangan saya dengan maksud memisahkan kedua belah pihak. Entah kenapa, waktu berlari sampai waktu berusaha melerai mereka waktu terasa berjalan lambat.

Semakin sampai ke posisi mereka berdua, kecepatan saya berlari makin lambat. Perlahan tapi pasti waktupun tiba-tiba berhenti dan boom, Semua menjadi gelap.

***

Entah kenapa, tiba-tiba saya terbangun dari tidur. Saya tidur di kamar orangtua saya yang sekarang ditempati oleh nenek saya. Saya bangun dan bergegas keluar dari kamar lalu entah kenapa menuju dapur belakang.

Di dapur belakang itu kan ada jendela kedua kamar kakak saya. Pertama mereka tutup secara bergantian, lalu beberapa lama kemudian mereka berdua membukanya lagi. Entah apa maksudnya.

Kemudian saya masuk ke tengah rumah saya lagi, ternyata diluar mendung luar biasa --atau bahkan kabut asap hitam. Saking gelapnya dan menyeramkannya, suasana dirumah saya jadi gelap tanpa ada lampu yang menyala sama sekali, padahal kalau tidak salah jam masih menunjukkan pukul 2 siang.

Ketika saya mau menyalakan lampu tengah, tiba-tiba saya terperangah dengan pemandangan menakjubkan diluar : sebuah gerhana matahari. Tapi gerhana matahari ini berbeda, mataharinya lebih besar dari yang pernah ada. Begitupun dengan ukuran bulan yang tidak lazim, seperti kedua planet tersebut dekat sekali dengan bumi.

Saya ngeri melihatnya. Langsung saya menuju kamar saya dan duduk di tempat tidur. Sampai disini, mimpipun melompat.

***

Tiba-tiba saya duduk disuatu tempat yang sempit namun ramai sekali. Kalau kalian pernah lihat film barat, suasananya seperti ruang ganti pemain futbol. Disitu penuh orang-orang tinggi.

Saat ini siang hari.

Ternyata, tempat itu adalah tempat dilangsungkannya DBL. Saya pun langsung antri beli tiket di loket yang tempat antrinya pun sempit pula.

Ketika sudah sampai barisan terdepan, saya didesak sama orang belakang, padahal saya sudah pegang tiketnya. Saya teriaki orang itu untuk tertib antre namun ternyata tidak digubris. Yasudah saya duduk saja di tempat duduk yang dekat.

Lalu saya melihat salah satu senior saya di Despro lewat. Saya tidak kenal dekat dengannya tapi tahu namanya. Dia lewat begitu saja, entah apa maksudnya.

Tiba-tiba saya dijawil seseorang seraya memanggil, "Bu, Bu, reneo, melok aku!"

Ternyata dia Ajez, teman saya sejak SMP sampe SMA. Dia suruh saya untuk mengikutinya, kemudian saya dibawa keluar dari tempat itu dan diajak ke sebuah tempat yang arsitektur, suasana, juga barang-barang disekitarnya mirip dengan klenteng, semua berwana merah. Namun disitu ada sebuah pagelaran seni tari, dan yang menontonnya banyak.

Saya disuruh Ajez untuk duduk sebentar menunggu karena akan memanggil ''seseorang". Saya pun melihat-lihat saja tarian-tarian tersebut. Tapi ya aneh, masak di klenteng ada acara kayak gitu. Gatau lagi sih kalau benar.

Kemudian dari kejauhan saya melihat teman saya -saat bangun ini saya lupa siapa yang saya temui waktu bagian ini, dan berlari mendekatinya. Yang pasti teman saya yang satu ini perempuan dan sedang bercengkrama dengan teman-temannya.

Saya berlari dan menghampirinya sembari memanggilnya. Tapi dia seperti ngeri sambil bilang, "eh siapa yang manggil aku?"

Temannya : "gak tau, emang ada?
Temannya satu lagi : "kalau gak salah kita cuma guyonan saja daritadi,"

Lalu saya menepok bahunya, "Hei, ini aku, Abu!"

Teman saya pun tambah ngeri, seperti tidak melihat saya. Sebenarnya, apa yang terjadi dengan saya?

Lalu Ajez pun memanggil, "Bu, sinio, penting!"

Saya pun menghampiri Ajez. Saya kaget apa yang saya temukan bersama Ajez di suatu sudut Klenteng. Ternyata, seseorang tersebut adalah Tuyul. Tapi tuyul yang satu ini beda. Tubuhnya memang anak-anak, tapi omongannya seperti omongan orang dewasa yang rapih dan tertata dengan baik.

Si Tuyul tiba-tiba berbicara sesuatu yang tidak saya duga dan mengagetkan, "Kamu sudah mati, bu."

Jleb.


Saya : "Ha? Apa?"
T: "Iya, seharusnya kamu sudah gak ada di dunia ini."
Saya : "Tidak mungkin! Bagaimana bisa? Padahal saya baru saja bersama teman-teman saya pagi ini tapi kenapa kamu bilang begitu? tolong jelaskan!"
T: "Itu yang tak bisa aku jelaskan. Yang jelas kau harus pergi dari dunia ini."

Saya rasa muka saya pucat waktu itu. Lalu Ajez pun menyambung omongan si Tuyul.

"Iya bu, tapi maaf, kamu emang sudah meninggal. Untuk saat ini cuma aku yang bisa lihat kamu, bu," jelasnya dengan kata yang pelan.

"GAK JEZ! GAK MUNGKIN! AKU INI MASIH HIDUP! AKU MAU PERGI SAJA, KALIAN GILA!"

***

Saya pun berlari keluar klenteng, melewati sekelompok penari yang masih meliuk-liukkan tubuhnya dengan kostum berwarna kuning terangnya, lalu berlari diantara kerumunan penonton.

Sesampainya diluar, saya melihat mbak saya dari jauh. Saya coba SMS mbak saya, "Mbak aku ada di klenteng juga! Tolong aku, aku mau pulang, disini aneh!"

SMS telah terkirim dari hape di genggaman. Lalu saya hampiri mbak saya di sebelah tribun penonton tanpa atap, yang -sudah pasti- panas karena sengatan matahari. Saya menaruh hape saya di sebelah tembok tribun dan menghampiri mbak saya.

Tapi setelah saya menghampirinya, dia melewati saya begitu saja. Lalu mbak saya menemukan hape saya, "Lho ini kan hapenya Abu? Kok bisa disini?"

Saya pun berbalik arah menuju dirinya lagi sambil berteriak didekatnya, "MBAK INI AKU, ABU! AKU INGIN PULANG! AKU MERASA ANEH DISINI!"

Ternyata mbakku hanya merespon aneh, sama seperti teman saya yang saya temui sebelumnya, dia seperti tidak tahu siapa yang berbicara dengannya. Dia sama sekali tak melihat saya!

Saya mampu melihat, bersuara, menyentuh, tapi posisi saya hanya sebuah ruh.

Lalu saya berlari dan mengambil hape saya kembali yang tergeletak. Saya kabur darinya sembari menangis.

Kemudian di malam harinya di suatu jalan, saya bertemu dengan teman-teman kampus saya, entah apa yang mereka lakukan disana. Yang pasti, saya berada didekat Saki, Eka, dan Dimas "Zoso", saya pun juga berusaha memanggil mereka dengan nada pelan dan lirih, tapi mereka tidak juga dengar malah meninggalkan saya.

Dalam hujan saya menangis dan merenung ada apa ini, saya tidak tahu mengapa tiba-tiba saya sudah terpisah dengan jasad saya. Lalu tiba-tiba Ajez datang dan menepuk bahu saya dan berbicara kepada saya.

"Sepurane bul, awakmu kudu ikhlas. Aku yo gak trimo awakmu ndhisiki tapi yaopo maneh,"

Saya masih tetap menangis.

"Pulango bul, keluargamu nunggu nang omah," lanjutnya.

Baiklah, kemudian saya pulang sambil berlari menuju rumah. Di rumah saya terasa sekali suasana dukanya. Sebagian keluarga besar berkumpul dengan baju hitam-hitamnya dengan muka suram, saya berlalu masuk dan menuju kamar saya, menyusul jasad saya dan orang-orang yang berkumpul disekitar jasad saya.

Sebelum saya masuk kamar, saya sudah terbangun dari mimpi terburuk saya, lewat diwaktu subuh. Oh, God. Mimpi macam apa ini?

(sepertinya masih bersambung)
Read More and Comments