Tampilkan postingan dengan label Pacar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pacar. Tampilkan semua postingan

17 Desember 2010

Karena Wanita Sulit Dimengerti

Judul diatas aku ambil dari lagu sebuah band dan aku plesetkan agar sesuai dengan apa yang akan aku tulis. Post ini mungkin agak frontal dan akan sangat singkat daripada post-post lainnya.


Yak, tahukah kamu? Aku sedang mendekati seorang cewek :)

mungkin kamu semua tahu bahwa mendekati cewek itu emang ada yang susah banget, ataupun mudah. Cara mendekatinya pun beda-beda, dan aku punya caraku sendiri. hehehe...

Meskipun aku sudah yakin dengan caraku ini, tapi tetep aku masih ragu untuk melakukan beberapa diantaranya. Salah satunya adalah soal kontak-kontakan, entah itu lewat SMS, YM, Twitter, ataupun FB.

Berdasarkan pengalaman menjomblo setahun lebih dan ditolak lebih dari tiga kali semasa jomblo (cucolnih), ada tingkat kejenuhan sendiri ketika kita sering menghubungi. Si cewek jadi lebih cepet bosen kepada sang cowok yang mendekati lantaran tiap hari dihubungi orang yang sama. Kita tentu bosan kan kalau lauk makanan kita tiap hari tempe tahu terus bukan? Karena itulah ketika aku mendekati cewek berikutnya (setelah ditolak), aku upgrade cara-cara lamaku ke cara yang lebih baru : coba jarang-jarang SMS-nya.

Sudah kuberi jarak hari demi hari untuk SMS dia, begitupun juga pas di Twitter dan FB. Tapi ketika aku yakin sinyal sudah terlihat kuat, aku malah dapat pukulan yang cukup "mantap" untuk mematahkan perasaan ini. Temennya cerita ternyata dia risih kalo aku texting, comment-comment segala fotonya dan lain-lain. Patah hati? jelas. Untuk itu kuputuskan mundur. Ternyata jadi teman baginya lebih enak :)

Lalu aku punya target lagi. Dua target terakhir di tahun 2010 ini metode pendekatannya hampir sama dan feedback nya hampir sama Mereka berdua sama-sama ramah dan lumayan dekat sih sama aku. Tapi ternyata ooooh, ditolak! :X

Weleh, weleeh....

Tapi ditolak gak masalah, itu berarti guduk calonku. Jodoh wes onok sing ngatur; Allah. Ditolak, yaaa..... nyari lagi. hehehehe. Ini sekarang lagi proses mendekati. Semoga ini pilihan yang tepat, amiin.

Tapi problem-problem mendekati cewek masih saja menghantui. Inilah kata-kata para wanita yang pernah aku dengar :

- "Aku lebih suka kamu yang SMS duluan :)" tapi ada juga yang "ah, risih deh. siapa sih ini sms-sms aja?"
- "Lebih baik kalo pedekate gausah lama-lama, biar pacarannya gak mbosenin." tapi ada yang bilang, "pedekatenya kurang lama mungkin, kok gak awet ya?" -___-
- "aku terima kamu apa adanya :)" tapi "kenapa si dia begini, kenapa dia begitu, kenapa dibdicuwexibeiudbiecbieicjenw blablablablaaa"
- "aku suka cowok pekerja keras kayak kamu" tapi "aku gak seneng cowok kayak gitu! gak merhatiin aku nanti.

Daaan masih banyak lagi wishlist di pikiran dan mulut wanita yang sampai saat ini aku sulit dimengerti. Semoga aku menemukan cewek yang bener-bener klik sama aku.

Memang sulit mendapatkan hati seorang wanita. Ya, Karena wanita sulit dimengerti....
Read More and Comments

08 September 2010

Renungan Idul Fitri part 1

Sebelum ide menguap dan sebelum basi, langsung saja saya tuliskan.

Sudah sebulan lamanya kita berpuasa. Bukan hanya berpuasa dari makan dan minum, namun berpuasa dari segala hawa nafsu. Puasa dari makan dan minum hanyalah penanda bahwa kita sedang menahan hawa nafsu yang sebenarnya lebih besar serangannya daripada lapar.

Ramadhan menjadi momen perubahan untuk diri kita agar menjadi yang lebih baik kedepannya. Maka dari itu kegiataan seperti tadarus, shalat malam, itikaf dan lainnya mesti ditingkatkan. Sebab Allah telah melipatgandakan pahala bagi umat-Nya pabila telah berusaha meningkatkan kualitas imannya di bulan nan suci ini.

Sebaliknya, jika ada diantara kita menjalani ramadhan dengan melakukan kegiatan maksiat, baik di siang ataupun malam Ramadhan, tentu Allah bakal melipatgandakan dosa baginya. Sungguh merugi bagi mereka yang seperti itu. Naudzubillah mindzalik.

Kembali ke Idul Fitri. Seperti yang kita tahu makna sebenarnya dari Idul Fitri ini adalah kembalinya kita menjadi suci kembali. Allah akan menghapus dosa-dosa kita, seluruhnya tanpa terkecuali, bagaikan bayi yang baru lahir. Jadi tak heran bila Idul Fitri ini juga disebut hari kemenangan, saat semua umat bersukacita.

Namun benarkah dosa kita terampuni semuanya?

Saudara, mari kita renungkan apa yang kita lakukan sebelum dan selama bulan Ramadhan. Sudah cukupkah ibadah kita selama ini? Sudah merasa berimankah kita pabila telah melakukan tadarus, pengajian, itikaf, dan sebagainya? Kita tak akan pernah tahu, Allah telah merahasiakan pahala-Nya untuk kita.

Apa saja yang kita lakukan untuk Ramadhan ini? Bagaimana bila kita tidak mendapat apa-apa di bulan ini? Bukankah sia-sia bulan yang sudah kita nantikan kita lewati dengan hal-hal yang tidak berguna?

Coba kita lihat di luar sana. Begitu banyak orang-orang, muda-mudi yang bermaksiat di bulan Ramadhan. Parahnya, mereka tidak segan melakukan itu di siang bolong Ramadhan. Sebagian besar mereka mengaku islam, tapi apakah perbuatan mereka termasuk islami?

Mereka bukan lagi sekedar berpacaran, perbuatan mereka sudah mulai mendekati zinah. Bukan mahrom berangkulan, menaikkan syahwat, bahkan tidak jarang mereka bersentuhan mulut. Apa mereka sudah lupa dengan Tuhan yang sedang melihat mereka? Sesungguhnya sudah tertutuplah pahala Ramadhan baginya. Naudzubillah.

Bahkan, tak jarang hal yang kecil mereka abaikan. Hanya beralasan kepanasan dan capek, mereka tidak segan untuk mokel. Bahkan diantara mereka tidak malu untuk mengaku mokel.

Sampai di waktu teraweh pun, juga banyak orang-orang yang telah meninggalkan masjid untuk melakukan teraweh. Di pusat perbelanjaan juga di tempat-tempat hiburan lebih ramai dan mengasyikan ketimbang beribadah untuk-Nya.

Mereka tidak capek berjalan kesana-kemari di tempat-tempat seperti itu. Tapi ketika mereka akan melakukan teraweh, mereka malas melakukannya. Seakan mereka ingin melupakan akhirat untuk dunia, seakan tidak ingat siapa yang telah menciptakan dunia dan memakmurkannya.

Juga tak jarang, di waktu teraweh banyak yang asyik menyulut kembang api, mengganggu jamaah yang sedang sholat teraweh. Sesungguhnya mereka cuma takut tidak bisa bersenang-senang.

Ingatlah di hari akhir nanti rek, semua amal perbuatan kita bakal diproses-satu persatu. Saat kita mengantri untuk sidang akhirat nanti, kita akan sangaaat lama berdiri. Konon diceritakan kita akan mengantri ratusan ribu tahun sampai tibalah giliran kita. Dalam waktu selama itu, kita tidak dibiarkan duduk sekalipun. Tidak ada makanan dan minuman. Mataharipun sejengkal diatas kepala kita.

Percuma saja bila kita hanya menahan lapar dan haus tapi tidak mengenal makna Ramadhan sebenarnya. Idul Fitri pun tiada gunanya kalau kita hanya melakukan hal yang sia-sia didalam bulan Ramadhan.

Belum lagi takdir Allah SWT yang kita takkan pernah tahu. Kita juga gak bakal tahu apakah Ramadhan tahun depan masih bisa 'menerima' kita. Umur hanyalah rahasia milik Allah.

Marilah, di hari terakhir yang waktunya sudah sangat sempit ini, manfaatkan sebaik-baiknya. Perbanyak amal baik, membayar zakat, beristighfar, bershalawat. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk Allah SWT. Yakinlah bahwa disetiap langkah dan gerak-gerikmu, ada Allah yang menaungi. Kita hanya bisa berbuat, namun Allah yang merestui.

Juga bila kita belum sempat memohon ampun pada Allah SWT, memohon ampunlah sekarang sebelum hari 'itu' tiba karena Allah masih membuka pintu maaf selebar-lebarnya sampai matahari terbit dari barat. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, juga Maha Pemurah lagi Maha Pengampun. (to be continued)


Sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar (33:29)
Read More and Comments