Tampilkan postingan dengan label Pacaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pacaran. Tampilkan semua postingan

04 November 2011

Faktor X


@risahree, salah satu jomblo terkemuka di dunia ini bilang, "Aku ini beli BB karena kebutuhan komunikasinya. Seandainya Nok*ia ada BBM-nya, aku gak bakal beli BB."

Jadi makin paham apa perkataannya setelah apa yang saya pikirkan tiba-tiba pada malam ini.

Ehm, gara-gara perkataan tersebut, saya jadi tahu kenapa saya jomblo selama ini : karena saya belum update soal alat komunikasi gan! Yah, walau kelihatannya gak ada hubungannya sih, tapi ternyata alat komunikasi bisa jadi penyebab faktor X dalam perbojoan (perjodohan) lho...

BBM untuk Nokia. Jelas ini fake.


Jadi gini,

Sudah 2 tahun ini semenjak saya resmi menjomblo, saya rasa saya makin sulit dalam mencari jodoh, jodoh sementara (=pacar) tepatnya. Gatau kenapa.

Selama kurun waktu 2 tahun ini saya cari problem solving kasusnya, mengapa saya seret dalam dunia perbojoan. Sudah masang target berapa kali, sepik berapa kali, tetep tak berubah nasib saya...

Setelah berkelana ke gurun, berguling di pantai terluas, main catur di partai terbuka, *alah* akhirnya saya menemukan faktor yang tak saya duga sebelumnya, yang saat ini hanya dugaan sementara saja.


Singkat cerita, selama dua tahun ini saya sudah masang target ke belasan cewek. Berhasil nyepik ke beberapa cewek, sisanya gak jadi karena gak yakin jadi gak ngambil (kayak masuk perguruan tinggi aja, tapi...emang sih). Tapi dari hasil nyepik tersebut, hasilnya nihil kabeh! x_x

Baru malam ini terpikir kenapa saya sering gagal dan sering ditolak oleh cewek, yaitu :
Karena mereka anak BB!

Oke saya telaah lagi dari cewek yang pertama saya sepik sampai yang terakhir selama 2 tahun terakhir :

Cewek pertama : Emang gak pake BB -___- (Ini bukan faktor X) = ditolak!
Cewek kedua : Kebetulan BB user = ditolak!
Cewek ketiga : Kebetulan BB user = ditolak!
Cewek keempat : Kebetulan BB user = gak jadi sepik
Cewek kelima : Kebetulan BB user = gak jadi sepik
Cewek keenam : Emang gak pake BB (masih bukan faktor X) = ditolak!
Cewek ketuju : Pake BB = Sedang proses, dan kayaknya bakal seret.

Dari sini, 5 dari 7 cewek yang aku sepik tapi gagal dan prosesnya seret ternyata BB user!




LANTAS OPO HUBUNGANE???
TRUS APA HUBUNGANNYAAA???




Ehm, ngene.

Komunikasi adalah dasar manusia untuk berhubungan satu sama lain. Komunikasi bisa berupa penggunaan bahasa dalam percakapan, berkelakuan, bersosialiasi, dan ber-ber lainnya. Tren komunikasi ini makin berkembang dan memaksa melahirkan beberapa alat bantu modern untuk tetap melangsungkan komunikasi, dan alat komunikasi yang tangkas, cepat, tegas blablabla sudah harus menjadi kebutuhan wajib bagi umat manusia di muka bumi ini.

Tiap tahun, tren media komunikasi berubah-ubah. Media komunikasi itu bisa seperti social network, atau alat komunikasi yang dipakainya. Dan biasanya, beda alat komunikasi beda juga cara bergaulnya. Cara bergaul itu juga termsuk seperti penggunaan bahasa, pemakaian tren, dan cara mereka membaurkan diri mereka. Misal ya kayak twitter user dengan twitter user, kalo trennya twitter A ya mereka nyambungnya sama yang trennya A.

Sek, kata user saya ganti 'anak' saja biar lebih gampang nyampeinnya. Tapi kalo anak FB bergaul sama anak twitter sudah beda banget kayaknya. Kalo trennya anak FB A tapi anak twitter B, wahh sudah gak level lagi deh, kasarannya gitu. Jadi intinya, mereka bakal susah atau gak mau bergaul sama yang beda "level".

Mudeng kagak? Kalo gak mudeng baca dari awal sampe kesini sambil coba dipahami lagi, dan jangan coba nerusin baca sebelum mudeng :))


Sekarang, BB menjadi tren komunikasi yang baru dan hampir wajib di masyarakat umum dengan mobilitas tinggi, dan sepertinya saya mulai membutuhkannya (bukan untuk hal ginian kok!). Jangan lupa, di dalam BB ada sebuah alat komunikasi termutakhir : Blackberry Messenger alias BBM dalam bahasa singkatnya. BBM memungkinkan kita untuk bertukar informasi (salah satunya dengan chat) dengan cepat dan tak perlu pending. Seperti YM tapi lebih praktis, seperti SMS tapi anti pending.

Bisa juga buat update status, mengetahui lagu apa yang sedang kita dengerin, mengetahui update terbaru teman-teman kita di contact BBM secara realtime, dan masih banyak lainnya yang pokoknya....teknologi BBM dengan teknologi saya itu jaraknya seperti jaman AD dengan jaman BC.

Jadi kesimpulannya, dengan BB kita bisa ngapain aja sesuka udelmu. BBM bahkan jadi pelarian komunikasi pada masa kini yang serba lelet dan sudah tidak bisa menjamin privasi. Jadi, semua yang mungkin tidak di update di FB maupun Twitter, mungkin mereka update atau lakukan semuanya di BBM.

Kembali lagi ke masalah awal.

Intinya, jika semua informasi dilarikan ke BBM, maka saya yang bukan BB user ini tidak akan mengetahui tren di mata anak BB. Jadi sudah pasti saya masih tertinggal dan tidak tahu apa saja yang mereka lakukan di dalam BBM, dan otomatis saya kekurangan referensi informasi untuk menambah wawasan dan trik untuk mengambil hati.

Mau sampai nggombal apapun di sms, sesering apapun di sms, pastii kalo mau mendapatkan hati anak BB pasti susah nyantolnya. Karena SMS vs BBM, gak nyambuuuung gaan!


Inti dari tulisan sepanjang tai ayam yang disambung dengan tai kucing sampai tai chi :
Kalo kamu bukan anak yang megang BB,
jangan coba-coba ndeketin anak yang mengantongi BB. Meskipun itu sesama jenis



Mungkin saja, ketika kita sedang SMSan dengan dia, dianya lebih enjoy BBM-an sama yang lain.
Mungkin saja, ketika di twitter statusnya (pura-pura) galau, di BBM Personal Message-nya sedang party hura-hura.
Mungkin saja, di FB relationship statusnya lajang, di status BBM sudah nyebutin inisialnya bahkan memberikan emot :love:
Mungkin kalau kalian jadian, di twitter statusnya sayang sama kamu, tapi di BBM statusnya sama yg lain. upsss.....

WHO KNOWS? ? :P

Yah, ini sih cuma dugaan sementara, bukan 100% benar dan benar-benar bermutu. Tapi kalo mau buktiin...silahkan juga :))


Semoga bermanfaat yaaa rek!
Semangat! Jomblo bukan akhir dari dunia(mu)!
Read More and Comments

17 Desember 2010

Karena Wanita Sulit Dimengerti

Judul diatas aku ambil dari lagu sebuah band dan aku plesetkan agar sesuai dengan apa yang akan aku tulis. Post ini mungkin agak frontal dan akan sangat singkat daripada post-post lainnya.


Yak, tahukah kamu? Aku sedang mendekati seorang cewek :)

mungkin kamu semua tahu bahwa mendekati cewek itu emang ada yang susah banget, ataupun mudah. Cara mendekatinya pun beda-beda, dan aku punya caraku sendiri. hehehe...

Meskipun aku sudah yakin dengan caraku ini, tapi tetep aku masih ragu untuk melakukan beberapa diantaranya. Salah satunya adalah soal kontak-kontakan, entah itu lewat SMS, YM, Twitter, ataupun FB.

Berdasarkan pengalaman menjomblo setahun lebih dan ditolak lebih dari tiga kali semasa jomblo (cucolnih), ada tingkat kejenuhan sendiri ketika kita sering menghubungi. Si cewek jadi lebih cepet bosen kepada sang cowok yang mendekati lantaran tiap hari dihubungi orang yang sama. Kita tentu bosan kan kalau lauk makanan kita tiap hari tempe tahu terus bukan? Karena itulah ketika aku mendekati cewek berikutnya (setelah ditolak), aku upgrade cara-cara lamaku ke cara yang lebih baru : coba jarang-jarang SMS-nya.

Sudah kuberi jarak hari demi hari untuk SMS dia, begitupun juga pas di Twitter dan FB. Tapi ketika aku yakin sinyal sudah terlihat kuat, aku malah dapat pukulan yang cukup "mantap" untuk mematahkan perasaan ini. Temennya cerita ternyata dia risih kalo aku texting, comment-comment segala fotonya dan lain-lain. Patah hati? jelas. Untuk itu kuputuskan mundur. Ternyata jadi teman baginya lebih enak :)

Lalu aku punya target lagi. Dua target terakhir di tahun 2010 ini metode pendekatannya hampir sama dan feedback nya hampir sama Mereka berdua sama-sama ramah dan lumayan dekat sih sama aku. Tapi ternyata ooooh, ditolak! :X

Weleh, weleeh....

Tapi ditolak gak masalah, itu berarti guduk calonku. Jodoh wes onok sing ngatur; Allah. Ditolak, yaaa..... nyari lagi. hehehehe. Ini sekarang lagi proses mendekati. Semoga ini pilihan yang tepat, amiin.

Tapi problem-problem mendekati cewek masih saja menghantui. Inilah kata-kata para wanita yang pernah aku dengar :

- "Aku lebih suka kamu yang SMS duluan :)" tapi ada juga yang "ah, risih deh. siapa sih ini sms-sms aja?"
- "Lebih baik kalo pedekate gausah lama-lama, biar pacarannya gak mbosenin." tapi ada yang bilang, "pedekatenya kurang lama mungkin, kok gak awet ya?" -___-
- "aku terima kamu apa adanya :)" tapi "kenapa si dia begini, kenapa dia begitu, kenapa dibdicuwexibeiudbiecbieicjenw blablablablaaa"
- "aku suka cowok pekerja keras kayak kamu" tapi "aku gak seneng cowok kayak gitu! gak merhatiin aku nanti.

Daaan masih banyak lagi wishlist di pikiran dan mulut wanita yang sampai saat ini aku sulit dimengerti. Semoga aku menemukan cewek yang bener-bener klik sama aku.

Memang sulit mendapatkan hati seorang wanita. Ya, Karena wanita sulit dimengerti....
Read More and Comments

28 Oktober 2010

Inilah, Alasan Lain Mengapa Pacaran itu "haram"

Islam memang gak ada pacaran, sebagian besar menolak mentah-mentah. Tapi dasar manusia, kita tetap butuh cinta disetiap langkah hidup kita. Selain cinta pada Tuhan, Agama, Orang tua, Saudara/i seiman, Teman-teman sepermainan, kita juga butuh cinta yang berasal dari pacar.

Ya, dari anak-anak SD sampek SMP, SMP ke SMA, SMA ke kuliah, sampe yang udah sign out dari bangku perkuliahan selalu ingin yang namanya berpacaran. Walaupun masih kecil, belum sunat, udah bicara pacar -walau sebenarnya gaktau maksudnya pacaran. Pokoknya cowok dan cewek berdua itulah pacaran :O

Bukan begitu, dasar anak ingusan!

Kalau saya bisa mengartikan pacaran adalah seperti tambahan cinta dalam hidup kita, anggap aja bonus. Nah, manusia kan seneng yang namanya bonusan? Jadi nggak heran kalo setiap manusia di dunia ini selalu berniat ingin berpacaran.

Memang tidak ada ayat yang menerangkan halalnya pacaran, di Alqur'an maupun di hadist. Toh yang tahu batasan halal haram baik buruk adalah kita sendiri. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dan bagi sebagian orang memang diperbolehkan pacaran asal tau batasan.

Selain itu banyak alasan bahwa pacaran itu dilarang. Salah satu yang paling sering diributkan adalah soal zina. Pacaran, kalau kita out of control bisa nembus ke zina. Cobalah mengendalikan diri, jangan alay.

Tapi ada lagi suatu sebab mengapa pacaran itu tidak diperbolehkan. Saya baru menemukan ini setelah saya mengalaminya sendiri dan dari curhatan beberapa teman-teman dan adik kelas saya semasa SMA. Ini bukan soal zina atau batasan-batasan, namun ini hanya permasalahan tali persaudaraan.

Pernah liat PPT 4 yang ada episode tawuran? Karena uang saja satu kampung sudah geger, main bakar dan pukul. Terlihat dengan jelas bahwa tali persaudaraan telah hilang, salah satu hal yang diharamkan pada saudara seiman.

Sudah jelas tertulis dalam hadist bahwa :

عن أبى أيوب الأنصارى قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام لاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَأَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ فَيَعْرِضُ هَذَا وَيَعْرِضُ هَذَاوَخَيْرُهُمَاالَّذِى يَبْدَأُبِالسَّلاَمِ

Kurang lebih artinya :
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak mau menyapa) saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam. “
Lha trus apa hubungannya hadist ini dengan pacaran yang dimaksud?

Mari saya perlihatkan dengan sebuah fakta, bahwa sebagian besar para soulmate yang telah menjadi ex-soulmate selalu gak pernah lagi komunikasi, jarang nyapa, dan saling kaku. Terkadang bila cara putusnya itu menyakitkan, kalau di sms atau di media komunikasi apapun selali bermarah-marahan tanpa ada usaha bermaaf-maafan.

Saya akan flashback ke 2 tahun yang lalu ketika saya jadian dengan PDKT yang sangat cepat (5 hari) dengan mantan saya yang ke-2. Kami bertemu di Detcon dan jadian di Detcon. Yah kami sering sekali komunikasi, baik telpon maupun sms.

Lalu beberapa bulan setelah Detcon, kita jarang banget komunikasi. Aku mau mulai jadi sungkan, soalnya biasanya dia yang memulai sebuah komunikasi. Sekarang aku mulai, balesannya ya cuma sekelumit saja.

Saya tanya mengapa, dia jawab tak mengapa. Akhirnya Maret 2009 kami resmi putus. Gara-garanya, dia gak mengakui diri saya sebagai pacarnya.

Sakit bukan? Yah, gara-gara sakit itu aku sudah jarang berkomunikasi. Toh dia ya gak bakal menghiraukan. Kalaupun ketemu, aku tidak menyapa. Disinilah saya sadar saya telah melakukan dosa yang tidak baik : sudah lebih dari tiga hari gak komunikasi, bahkan berbulan-bulan.

Tapi saya sadar saya harus mengakhiri permusuhan diantara kita berdua. Setelah ketemu di Facebook, kita pun suda akrab kembali. Dia sudah dengan yang lain. Saya? Jangan tanya 2 cewek, satupun belum punya! T.T

Terakhir ada adik kelasku yang cerita pula, serupa tapi tak sama.

Si cowok pernah suka sama adik kelas saya ini, sepantaran. Namun si cewek ini biasa saja kalau di sms atau telpon maupun bertemu, semua seperti teman biasa. Mungkin karena si cowok bosen gara-gara si cewek nganggep biasa, dia cari yang lain. Alhasil si cowok udah jadian sama yang lain, ini terjadi setahun lalu.

Namun tahun ini putus. Si cewek baru tahu bahwa si cowoknya yang dia anggep temen biasa ternyata pernah suka sama dia. Betapa bersedihnya dia, menyesali mengapa dulu dia menganggap biasa.

Si cewek beranikan diri tanya ke si cowok, "kamu dulu pernah suka aku ta?"

Si cowok menjawab, "iya. Tapi sekarang udah enggak." Sontak si cewek nangis.

Anehnya sejak saat si cewek bertanya seperti itu lewat SMS, sikap si cowok berubah kepada cewek jadi lebih sinis, tampang-tampang gaenak kalau bertemu. Telpon dan SMS pun sudah jarang. Kalaupun di SMS, jawabannya hanya "Y."

Hari demi hari telah berlalu. Si cewek berusaha mengetahui mengapa sikap si cowok berubah. Suasana makin panas, akhirnya si cewek menghapus namanya dari kontaknya. Hmmm....

***

Saudara seiman berperang batin kadang-kadang hanya gara-gara hal kecil sekalipun. Tapi sebaik-baik kita yang berselisih ada baiknya jika salah satu pihak mengusahakan untuk kembali menyatukan tali silaturahmi.

Didalam kisah ini, si cewek sudah berhari-hari meminta maaf dan mengajak berbaikan. Tapi hasilnya si cowok hanya dingin, tidak mau tahu apa yang terjadi lagi. Ya sudah, manusia hanya berusaha. Tapi ternyata takdir Allah SWT yang menentukan.

Kalau kejadiannya seperti ini, ya sudahlah. Nasi sudah menjadi bubur.

Karena itulah mengapa menurut persepsi saya pacaran itu dilarang. Karena pacaran itu hanya bersifat temporarly (sementara), pasti ada akhirnya. Entah akhirnya itu akhir yang bagus atau akhir yang buruk berujung pertengkaran. Dan karena pertengkaran itulah, hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin harus putus. Tapi terkadang disaat kita dalam proses pendekatan, tali persaudaraan itu putus ketika si target tahu sedang disukai si 'pemburu'. Dan akhirnya ilfil (benci) dan tidak pernah lagi komunikasi lagi.

Pacaran memang bukan dilarang juga tidak diharamkan, namun Anda sendiri yang menentukan hukum pacaran itu sendiri. Berhati-hatilah dalam mengambil langkah dan keputusan!
Read More and Comments

08 September 2010

Renungan Idul Fitri part 1

Sebelum ide menguap dan sebelum basi, langsung saja saya tuliskan.

Sudah sebulan lamanya kita berpuasa. Bukan hanya berpuasa dari makan dan minum, namun berpuasa dari segala hawa nafsu. Puasa dari makan dan minum hanyalah penanda bahwa kita sedang menahan hawa nafsu yang sebenarnya lebih besar serangannya daripada lapar.

Ramadhan menjadi momen perubahan untuk diri kita agar menjadi yang lebih baik kedepannya. Maka dari itu kegiataan seperti tadarus, shalat malam, itikaf dan lainnya mesti ditingkatkan. Sebab Allah telah melipatgandakan pahala bagi umat-Nya pabila telah berusaha meningkatkan kualitas imannya di bulan nan suci ini.

Sebaliknya, jika ada diantara kita menjalani ramadhan dengan melakukan kegiatan maksiat, baik di siang ataupun malam Ramadhan, tentu Allah bakal melipatgandakan dosa baginya. Sungguh merugi bagi mereka yang seperti itu. Naudzubillah mindzalik.

Kembali ke Idul Fitri. Seperti yang kita tahu makna sebenarnya dari Idul Fitri ini adalah kembalinya kita menjadi suci kembali. Allah akan menghapus dosa-dosa kita, seluruhnya tanpa terkecuali, bagaikan bayi yang baru lahir. Jadi tak heran bila Idul Fitri ini juga disebut hari kemenangan, saat semua umat bersukacita.

Namun benarkah dosa kita terampuni semuanya?

Saudara, mari kita renungkan apa yang kita lakukan sebelum dan selama bulan Ramadhan. Sudah cukupkah ibadah kita selama ini? Sudah merasa berimankah kita pabila telah melakukan tadarus, pengajian, itikaf, dan sebagainya? Kita tak akan pernah tahu, Allah telah merahasiakan pahala-Nya untuk kita.

Apa saja yang kita lakukan untuk Ramadhan ini? Bagaimana bila kita tidak mendapat apa-apa di bulan ini? Bukankah sia-sia bulan yang sudah kita nantikan kita lewati dengan hal-hal yang tidak berguna?

Coba kita lihat di luar sana. Begitu banyak orang-orang, muda-mudi yang bermaksiat di bulan Ramadhan. Parahnya, mereka tidak segan melakukan itu di siang bolong Ramadhan. Sebagian besar mereka mengaku islam, tapi apakah perbuatan mereka termasuk islami?

Mereka bukan lagi sekedar berpacaran, perbuatan mereka sudah mulai mendekati zinah. Bukan mahrom berangkulan, menaikkan syahwat, bahkan tidak jarang mereka bersentuhan mulut. Apa mereka sudah lupa dengan Tuhan yang sedang melihat mereka? Sesungguhnya sudah tertutuplah pahala Ramadhan baginya. Naudzubillah.

Bahkan, tak jarang hal yang kecil mereka abaikan. Hanya beralasan kepanasan dan capek, mereka tidak segan untuk mokel. Bahkan diantara mereka tidak malu untuk mengaku mokel.

Sampai di waktu teraweh pun, juga banyak orang-orang yang telah meninggalkan masjid untuk melakukan teraweh. Di pusat perbelanjaan juga di tempat-tempat hiburan lebih ramai dan mengasyikan ketimbang beribadah untuk-Nya.

Mereka tidak capek berjalan kesana-kemari di tempat-tempat seperti itu. Tapi ketika mereka akan melakukan teraweh, mereka malas melakukannya. Seakan mereka ingin melupakan akhirat untuk dunia, seakan tidak ingat siapa yang telah menciptakan dunia dan memakmurkannya.

Juga tak jarang, di waktu teraweh banyak yang asyik menyulut kembang api, mengganggu jamaah yang sedang sholat teraweh. Sesungguhnya mereka cuma takut tidak bisa bersenang-senang.

Ingatlah di hari akhir nanti rek, semua amal perbuatan kita bakal diproses-satu persatu. Saat kita mengantri untuk sidang akhirat nanti, kita akan sangaaat lama berdiri. Konon diceritakan kita akan mengantri ratusan ribu tahun sampai tibalah giliran kita. Dalam waktu selama itu, kita tidak dibiarkan duduk sekalipun. Tidak ada makanan dan minuman. Mataharipun sejengkal diatas kepala kita.

Percuma saja bila kita hanya menahan lapar dan haus tapi tidak mengenal makna Ramadhan sebenarnya. Idul Fitri pun tiada gunanya kalau kita hanya melakukan hal yang sia-sia didalam bulan Ramadhan.

Belum lagi takdir Allah SWT yang kita takkan pernah tahu. Kita juga gak bakal tahu apakah Ramadhan tahun depan masih bisa 'menerima' kita. Umur hanyalah rahasia milik Allah.

Marilah, di hari terakhir yang waktunya sudah sangat sempit ini, manfaatkan sebaik-baiknya. Perbanyak amal baik, membayar zakat, beristighfar, bershalawat. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan untuk Allah SWT. Yakinlah bahwa disetiap langkah dan gerak-gerikmu, ada Allah yang menaungi. Kita hanya bisa berbuat, namun Allah yang merestui.

Juga bila kita belum sempat memohon ampun pada Allah SWT, memohon ampunlah sekarang sebelum hari 'itu' tiba karena Allah masih membuka pintu maaf selebar-lebarnya sampai matahari terbit dari barat. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, juga Maha Pemurah lagi Maha Pengampun. (to be continued)


Sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar (33:29)
Read More and Comments