Tampilkan postingan dengan label Twitter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Twitter. Tampilkan semua postingan

02 Februari 2012

Feed, Follow, and Unfollow

Sebenarnya, istilah follow-memfollow itu sudah ada pendahulunya. ketika jaman blogger masih berjaya daripada twitter. Namanya RSS Feed. disetiap blog dan website pasti ada yang namanya ini.

Feed ini adalah jawaban dari segala masalah orang2 yang ingin mengikuti post/berita terbaru dari sebuah site/blog. Umumnya, Simbol dari Feed yang ada di setiap situs/blog adalah sebagai berikut:




Simbol tersebut umumnya berwujud sebuah tombol atau aplikasi.

Feed mulai muncul era 2000-an, ketika koneksi internet masih berlevel kbps bukan mbps. Pada era masih baru-barunya internet tersebut, situs/web berwujud forum, milis, blog, situs berita dll lagi rame-ramenya, dan satu-satunya alat komunikasi yang menggunakan koneksi internet waktu itu adalah e-mail.

Jangan harap berkirim dinding dengan dan saling ngetwit pada masa itu, wong penemunya aja belum ndaftar kuliah :p

Oke kembali ke topik. Nah, sekarang tak kasih tau cara kerjanya Feed, nenek-moyangnya follow-memfollow...

Berita di sebuah situ akan terus up-to-date, begitupun orang yang menulis di blog. Di milis juga akan terus muncul thread2 baru. Dengan kesibukan umat manusia pengguna internet masa itu dan makin seringnya sebuah situs dan blog update, muncullah inovasi bernama Feed.

Feed adalah solusi agar kita tidak ketinggalan informasi dari sebuah sumber. Feed bisa juga disebut 'berlangganan'. Feed memanfaatkan e-mail sebagai penerima informasi dari sebuah sumber. Cara kerjanya dengan menekan tombol Feed, kemudian masukkan alamat e-mail anda dan klik 'send'. Mulai detik itu juga, update info terbaru akan terus berdatangan di email anda! Jadi, anda gak bakal ktinggalan info lagi karena Feed.

Analogikan saja e-mail itu kotak surat anda, dan feed itu adalah loper koran anda. singkat!

Skema singkatnya adalah sbb :


Site/Blog <-----> RSS Feed <-----> Email <--- You


Twitter dan Follow-nya

Teknologi pun makin berkembang pesat dan RSS Feed mulai usang dan hampir ditinggalkan. Namun, Feed punya penerus. Wujud paling nyata terdapat pada Blogger dengan aplikasi Follow Blog. Sebelumnya, Blogger juga memakai teknologi RSS Feed untuk berlangganan. Dengan Follow Blog, tiap Anda login Blogger akan ada update terbaru dari Blog yang Anda follow.

Kemudian yang paling populer sebelum 10 tahun pertama abad 21 berakhir adalah Twitter dengan Follow-nya. Twitter itu sebenarnya bukan tempat chatting --walau sekarang banyak yang menggunakannya seperti itu, tapi melainkan mikro-blogging. Itulah kenapa karakternya terbatas 140.

Namun, sebagian besar penggunanya tidak tahu fungsi follow sebenarnya.

Follow di Twitter adalah sebuah upgrade paling mutakhir dari Berlangganan. Jadi, ketika anda mem-follow seseorang itu berarti anda berlangganan 'kesehariannya'. Tapi kalau sampai ada yang memahami bahwa Twitter adalah media sosial, sebenarnya itu adalah kesalahpahaman.

Namun kesalahpahaman tersebut terpaksa diiyakan orang2 lantaran Twitter sudah terlanjur menjadi Facebook versi 140 karakter.

Akhirnya sampai ada paham bahwa "meng-unfollow sebuah akun sama dengan memutuskan persaudaraaan". Padahal, seharusnya seseorang yang meng-unfollow sebuah akun itu karena bosan. Sama seperti masa RSS Feed masih populer.

Soalnya, Feed (berlangganan) masih bisa dihentikan kalau Anda sudah bosan dengan apa yang anda langgan. Sebagian besar orang-orang yang berlangganan lewat Feed memutuskan langganannya karena bosan dengan kontennya.

Jadi intinya, meng-unfollow akun itu berarti "seseorang bosan dengan 'berita' yang anda tweet setiap hari". Intinya, semua bukan semata-mata salah yang meng-unfollow atau yang menghentikan langganan, mungkin bisa saja itu salah dari akun yg di unfollow.

Kembali ke Feed. Walau sekarang Twitter menjadi mikro-blogging tersukses dan terbesar, Feed sampai sekarang masih berguna walau namanya bukan lagi Feed. Seperti halnya 'Follow', sudah berganti nama dengan fungsi yang sama.

Sekian #kultwit nya! Semoga bermanfaat dan bukan sampah. Pesan saya, Bijaklah dalam menggunakan teknologi :)

P.S. : Semua twit orisinil dari 10 jari saya dengan dukungan informasi dari berbagai sumber.

Read More and Comments

03 Mei 2011

Dimana #Maywish?

Heran.

Biasanya di twitter, setiap akhir bulan rame anak-anak eksis twitter (termasuk aku) mengucapkan harapan untuk bulan berikutnya dengan hashtag khusus di ujung twit atau didepan twitnya. Seperti di akhir bulan Maret kemarin, semua mengucapkan harapan bulan April dengan Hashtag #Aprilwish, dan begitu juga bulan lainnya. Hashtag "wish" ini kerap menjadi Trending Topics (TT) di twitter.

Tapi apa yang terjadi di pengujung April? Tumebn banget gak ada yang make a wish. Berhubung sudah mendekati bulan Mei. Aku pikir aku yang ketinggalan. Tapi biasanya jadi TT untuk beberapa hari, tapi apa yang terjadi dengan #maywish? sepi pol (banget).

Kata temenku di twitter, "mungkin gara-gara arti May lainnya adalah 'mungkin', jadi takutnya gak ada yang ngucapin. gitu bu." Lumayan masuk akal sih.

Lalu perkiraanku begini, yang kebanyakan ngucapin "wish-wish" kalo gak salah anak-anak sekolahan. Ya biasa, ngikutin apa yang terjadi biar gak ketinggalan jaman :p hehe. Jangan-jangan mereka nggak mengucapkan gara2 udah selesai UNAS? wah, kalo beneran gitu tega banget sama Tuhan-nya. Tapi gak mungkin, setidaknya ada satu yang megucapkan #maywish. Tapi, satupun tidak ada.

Apa ada pengendalian pikiran untuk menghilangkan #maywish?
Apa ini peraturan #royalwedding?
Apa twitter ada sistem pen-delete-an hashtag #maywish? Kalo ada buat apa?
Apa ini konspirasi teroris dan kelompok NII?
Atau ini hanya akal-akalan Amerika?

Oke. ini terlalu berat. yang benar saja.

Alasan temanku diatas masuk akal, tapi sama saja orang-orang twitter melupakan doa hanya karena arti ambigu dari "May". Cobalah berpikir positif. Ingat, dalam islam, ketika melakukan sesuatu apapun pasti ada niatnya.

Kalau "May" berarti "mungkin", niatkanlah dari hati kalian bahwa kalian hanya sekedar memberitahu harapanmu di bulan Mei ini. Sembari menulis, bersungguh-sungguhlah dalam menuliskan harapan. Lalu buat yang lupa, bersyukurlah dan istighfarlah selagi Tuhan memberimu kehidupan hari ini, entah itu buruk atau baik.

God doesn't have a twitter account, but God always know everything :)
Read More and Comments

26 April 2011

Di follow YAHOO! (Verified Account)

Assalamualaikum, lama gak ngeblog ini hehe.

Sebenarnya aku mau ngeblog soal diriku yang ditipu oleh pemberitaan supermoon beberapa waktu yang lalu, namun karena sudah basi yasudah aku urungkan hoho. Tapi ini ada yang lebih penting yang harus aku umumkan : @massaboe di follow @Yahoo !!! XD


Aku gaktau motif dibalik pem-follow-an diriku ini terhadap Yahoo, tapi yang jelas aku seneng ae punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Tak peduli akun Yahoo salah pencet atau salah follow orang, atau ada yang nyuruh follow, atau karena suatu sebab aku di follow, atau jangan-jangan Komikamu! mau dibeli kayak Koprol?? Hahahahaha, apalah itu yang jelas aku cuma mau beritahu aku di follow Yahoo. huahahaha.

sekian :)) Read More and Comments

19 Desember 2010

"Twitterku Dibajak!"

Begitulah kata-kata yang umum "didendangkan" temen-temen di twitter kalo tahu bahwa akun twitternya habis dibajak dan diisi dengan tweet aneh-aneh. Kalo pada umumnya istilah hack itu dipakai buat hacker pada umumnya, tapi kali ini istilah hack dipakai untuk temennya sendiri yang telah memasuki akun twitternya tanpa ijin. Most of them berbuat seperti itu cuma sekedar bercanda, tapi tahukah kamu kalo kita dilarang berlebihan bercanda? Jika kita berlebihan maka efeknya akan buruk bagi jalinan silaturahmi antar teman.

Kadang, temen yang membajak twitter temennya mengisi dengan tweet yang berisi kebalikan dari si pemilik asli akun twitter tersebut, atau bahasa umumnya adalah Memfitnah. Ya siapa yang gak sebel kalau dirinya di fitnah, apalagi aku. Tapi kebetulan tipe-tipe teman yang twitternya dibajak kebanyakan sudah hapal sifat dan watak korban pembajakan tersebut. Atau mungkin si korban pembajakan tersebut punya kesabaran tingkat Dewa. Jadi reaksi setelah twitternya itu dibajak hanya menganggap sebagai candaan antar teman belaka. Namun ketahuilah bahwa sifat orang itu berbeda-beda. Ada juga yang tidak suka bila twitternya diperlakukan seperti itu.


Alasan mereka tidak suka bila bercandanya begitu mungkin karena takut temen yang membajak twitternya tersebut menyebarkan fitnah. Walaupun terbukti tidak benar, tapi kegiatan seperti itu sangat mengganggu, bikin risih. Alhasil marah deh si doi setelah tahu twitternya dibajak dengan fitnah yang tidak benar (yaiyalah mana ada fitnah yang bener #pukulbata). Tapi sekali lagi, ada tipe orang yang memendam amarahnya demi kebersamaan dalam persahabatan, termasuk kebersamaan bersama si pembajak itu juga.

Selain Twitter, jejaring sosial lain seperti Facebook & Yahoo Messenger (YM) juga jadi target pembajakan utama. Pernah ya ada temen SMA-ku dulu (nama dirahasiakan) dibajak habis-habisan sama pihak yang tidak senang akan temanku itu, entah kenapa --kalau ini asli hacker. Kayaknya niat banget mbajaknya, mulai dari e-mail sampai FB dibobol semua dan mengatakan kata-kata yang tidak pernah diucapkan temenku tersebut. Sempat jadi buah bibir satu SMA bahkan! Beruntung banget temenku itu, banyak banget pendukungnya. Sampai pada akhirnya aman kembali.

Intinya, bolehlah kita bercanda dimanapun dan kapanpun. Berbagai cara kita lakukan untuk tersenyum dan tertawa, termasuk "membajak" akun jejaring sosial milik temannya dan mengisi isian lucu-lucuan yang menyimpang. Namun cobalah kita pahami dan mengerti temanmu yang jadi korban kejahilanmu, dia punya kesabaran yang patut dipertahankan agar tidak pecah kesabarannya tersebut. Walaupun tidak terlihat secara nyata, tapi sebenarnya temanmu sedang memendam rasa amarah dan menutupinya dengan kesabaran dan keikhlasan. Ingat, boleh bercanda, jangan berlebihan!
Read More and Comments

31 Juli 2010

Celebrating My 10.000 Tweets :)


"Bu, kamu gak nyobak twitteran tah?" begitulah celetukan teman-teman saya 5 bulanan lalu.
"Nggak ah, lagian buat apa? Twitter gak kayak facebook, gak ada macam-macam fitur seperti di Facebook," jawab saya menanggapi pertanyaan teman saya.
"Yaa...buat update status aja," lanjut teman saya mempromosikan Twitter.

Buat update status saja? Ah, gak penting banget twitteran itu.

Mungkin itulah alasan saya mengapa tidak dari dulu ber-twitter ria. Kalau Facebook masih bisa, mengapa harus pakai yang lain? Sama saja saya gengsi. Karena saya tidak mau dianggap latah dalam menanggapi perubahan jaman yang semakin mengglobal ini (wosos). Sewaktu orang-orang banyak memakai Twitter, yang lain pada ikuuut. Wah, saya gak mau seperti itu. Lagipula, aku gak mau mengikuti orang-orang yang asal ikut social networking seperti Plurk, Myspace, dsb, yang akhirnya akun tersebut mblakrak.

Tapi waktu mengubah segalanya. Selang beberapa bulan kemudian, tertanggal 25 April 2010, akun dengan nick @massaboe resmi terdaftar di jejaring sosial khusus update status, Twitter. Ehm, bukan, bukan saya telah berhasil termakan kelatahan, bukan pula terlalu mengikuti jaman. Tapi saya punya beberapa alasan yang begitu kuat untuk masuk di Twitter. Diantaranya adalah Facebook sering sepi, siapa tahu di Twitter rame. Secara, di pesan singkat teman-teman di Facebook bertuliskan "move to twitter".

Selain itu karena krisis comment dan like status. Kalau di Facebook kita update status, jarang banget tuh yang like ataupun komentar, apalagi kalau sering-sering update status. Di Twitter, kita bisa sering-sering, seenak udel kita sendiri. Tak peduli like ataupun komentar, yang penting update status. Istilah teman-teman adalah "nyampah".

Juga karena saya menjaga "kesehatan" panca indera dan pikiran. Di Twitter telah teruji dan terbukti (apalagi setelah saya masuk), bahwa Twitter (nyaris) bebas anak 4LaY (Baca : Alay). Kalau di Friendster anak alaynya berkisar 90%, di Facebook 75%, tapi di Twitter hanya berkisar 10% ! Jadi agak enjoy jika update status yang (agak) serius-serius begitu. Soalnya anak alay suka komen gak jelas kalo status kita serius. Di Twitter... bebas deh!

Tweet ke 10.000
A
khirnya, hari ini (31/07), akun Twitter saya genap menghasilkan 10.000 tweet dengan 145 followers dan 114 orang yang saya follow. Itu berarti, sudah 10.000 kali aku mencurahkan isi hati, pedekate, bercanda, sharing badmood ataupun goodmood, retweet (RT) dan semua hal lainnya. Mulai saya diajarkan teman-teman saya pakai Twitter (terutama teman-teman SMA Khadijah) sampai bisa sendiri. Mulai dari koneksi yang lancar sampai infolimit. Juga mulai saya memakai web sampai Tweetdeck, dari Echofon sampai HP teman saya. 3 bulan sudah seperti satu tahun memakai Twitter....


Untuk semua teman-teman saya, baik Follower atau bukan, baik yang aku follow atau tidak, mohon maaf bila diantara 10.000 tweet saya pernah melakukan kesalahan, mengucapkan bad words, mengintimidasi, atau berbuat salah apapun. Mohon maaf yang sebesar besarnya.

Tetapi bila diantara 10.000 tweet saya bermanfaat buat Anda, saya sangat bersyukur dan ikut senang. Semoga setiap langkahmu dirahmati oleh Tuhan YME, Allah SWT. Amin!

Hm, kalo ada yang mau jadi "donatur" buat selebrasi ini, silahkan. Tangan saya terbuka untuk siapa saja, dan pintu rumah saya selalu tertutup (karena takut ada maling). Oke, saya akan lanjut ngetweet di angka 10.001 dan seterusnya. Happy tweeting, all tweeps!
Read More and Comments