Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan

17 Desember 2010

Movie Magic : Time to Move to Another New Concept! (Detcon 2010 - Part 3 end)


Dengan diumumkannya tema DetEksi-con (Detcon) tahun depan, 2011, maka berakhirlah rangkaian pameran mading dan segala acara di venue Detcon, SSCC PTC, Surabaya. Dipamungkasi juga oleh pengumuman Journalist Blog Competition 9JBC) maka Detcon 2010 benar-benar telah selesai.

Tema tahun depan adalah Movie Magic. Kalo kata Mas Azrul, "dengan film, kita bisa tertawa, menangis, terharu." Tema yang kelihatannya seru, dan kelihatannya akan lebih banyak menguras tenaga, pikiran, dan pastinya MATERI --kasihan juga yang nantinya gak menang, kalah sama sekolah-sekolah "nyentrik" (baca part sebelumnya) tersebut, hehehe.

Tapi untuk part terakhir ini, aku akan dikit membahas tentang sekolah-sekolah yang menang Detcon atau apapun dari Detcon kemarin, atau malah gak bahas sama sekali. Yang mau aku "kuliti" disini adalah tentang konsep Detcon yang sampai saat ini kayaknya makin terlihat sedikit membosankan. Bahkan, yang biasanya "selalu ada yang baru" malah waktu Detcon 2010 ini sedikit sekali perubahan yang ada. Palingan ya yang diberangkatin ke Aussie jadi belasan lebih lah (lupa pastinya berapa, hehehe).

***

Dalam beberapa halaman Jawa Pos, terutama DetEksi, selalu membahas kesuksesan dan kemeriahan Detcon di venue. Aku akui memang meriah sekali, asyik, bahkan Detcon bisa lebih berkesan ketimbang produk DetEksi yang lain (DBL, red). Banyak yang terjadi didalamnya, dari pra sampai pasca Detcon, gak ada yang terlupakan --sekalipun itu kenangan pahit seperti ditolak cewek incaran kayak aku, hehehe. Sekalipun Detcon tidak seru dan sedikit perubahan yang terjadi didalamnya --seperti Detcon 2010 ini, tetap Detcon menjadi tempat hangout, kumpul-kumpul bareng temen, pacaran, jalan-jalan bareng keluarga, dan lain-lain.

Namun kalo berdasarkan feel-ku dan adik-adik kelasku yang aku bantu bimbing, juga temen-temen sesama alumni yang datang ke Detcon kemarin rasanya ada sesuatu yang bikin gak seru. Entah apa itu.

Tapi aku coba amati, dari mulai berita di koran sampai di venue sendiri. Ternyata ada poin-poin pening yang harus digaris bawahi oleh panitia dari DetEksi, dan mungkin semoga bisa jadi bahan evaluasi agar aku dan teman-temanku gak bosen ngikut Detcon, walau hanya sekedar "absen". Hehehehe....

***

Detcon tahun ini nampaknya hampir sama dengan Detcon tahun kemarin. Tiada perubahan yang berarti. Semua sama. Paling yang berubah hanya yang ke Aussie berapa, terus soal panggung dan layout venue keseluruhan. Tapi cara-cara DetEksi membuat kehebohan masih sama saja, juga dari sisi acara yang belum ada perubahan yang berarti. Semua masih sama.

Coba kita lihat DBL. Tiap tahun ada saja yang baru, yang membuat kompetisi itu heboh dari kota ke kota. Bahkan tiap tahun makin banyak kota yang meminta dipijaki oleh DBL Indonesia. Perkembangannya cukup signifikan. Bahkan sang commisioner Azrul Ananda menjadi calon kuat ketum Perbasi karena dedikasinya yang tinggi di dunia perbasketan Indonesia.

Nah ini yang kudu digarisbawahi. Jikalau Azrul terpilih sebagai ketum Perbasi, apakah tidak tambah sibukkah beliau? Apalagi beliau saat ini lebih dikenal sebagai commisioner DBL, bukan Detcon. Bisa kita bayangkan dan terka sendiri, bila nanti beliau jadi ketum Perbasi, apakah beliau masih bisa "menuntun" Detcon untuk lebih maju? Abi-nya saja, Dahlan Iskan harus melepas jabatannya sebagai CEO Jawa Pos hanya untuk menjadi Dirut PLN sepenuhnya. Haruskah nantinya Azrul harus melepas DetEksi secara bertahap hanya untuk menseriusi basket? Kalau memang begitu, ini berarti pertanda munculnya point of diminishing return (titik kebosanan) dalam Detcon yang pernah dibilang Azrul sendiri.

Yang paling penting adalah konsep. Nah, dalam setiap event Detcon yang selalu tak lepas aku ikuti selalu ada perubahan tiap tahunnya, dan perubahan tersebut selalu disambut positif oleh peminat-peminatnya. Namun kali ini sepertinya hampir tidak ada perubahan yang berarti didalam tubuh Detcon. Isi acaranya masih sama, cuma ditambah-tambahi oleh supporting event yang sudah ada, seperti Pop Group yang dulunya khusus SMP sekarang SMA juga ada. Bagaimanapun itu, Pop Group tetap Pop Group. Setahuku cuma itu isi acara yang ada tambahan ataupun perubahan, selain itu hampir tidak ada yang bikin heboh seperti event-event DetEksi biasanya.

Nah, kalau DetEksi tetap mempertahankan konsep Detcon sama seperti itu terus, itu berarti mereka akan melaukan "bunuh diri", karena konsumen sudah terbiasa dengan perubahan yang heboh dalam Detcon. tapi disaat tidak ada perubahan itu sama saja mengurangi penggemar Detcon ini. Sekalipun DetEksi nantinya membuat berita yang "narsis" --walaupun tidak benar-- hanya untuk menarik pengunjung.

Mungkin yang utama saat ini cuma konsep acara. Konsep acara Detcon harus terus berubah demi eksistensi Detcon. Jangan cuma DBL yang terus berkembang, ingat, kita masih punya Detcon yang harus 2 langkah lebih maju agar bisa menyamakan "kegilaan"DBL. Walaupun D dari DBL sudah bukan berarti "Deteksi" lagi, tapi logonya masih memuat Si Det yang bermain basket. Itu berarti Detcon dan DBL masih satu kesatuan yang harus berjalan bersamaan. Tentang Azrul Ananda, bukannya aku tidak memihak lagi kepada beliau bukan. Aku lebih memilih Azrul tidak menjadi ketum Perbasi agar masih bisa menaungi Detcon dan DBL lebih dalam. Cukup sampai NBL saja, toh ya takut juga Azrul kecapekan dan kekurangan waktu untuk memikirkan semua aset yang dimilikinya.

Det, aku tantang dirimu! Tahun 2011 harus ada perubahan agar aku dan kerabat-kerabatku tidak bosan menghabiskan seluruh tenaga, pikiran, dan -sekali lagi- materi untuk Detcon. Go DetEksi, Go Azrul! (end)
Read More and Comments

28 Agustus 2010

Make your own dream :)

Di pagi hari ke-18 bulan Ramadhan ini (28/08), aku bermimpi. Bukan mimpi yang 'itu', tetapi mimpi tentang film. Tapi film itu belum pernah ada sebelumnya, dan aku sendiri yang mengatur alur ceritanya!

***

Bermula dari mimpi sekeluarga bertarung dengan segerombolan rampok (wuih) di parkiran sebuah pusat perbelanjaan. Seperti biasa, kalau aku mimpi selalu setengah-setengah. Jadi sebelum kita menang lawan rampok, udah ganti mimpi lain. Rata-rata aku gonta-ganti mimpi dalam tidur itu bisa sampai 3 kali, tapi pagi itu cuma 2 kali. Yang paling pendek ya yang cerita tentang rampok ini.

Cerita mimpi berikutnya tentang Doraemon. Waktu itu aku seperti menonton sebuah film, dimana permulaanya abad 21 tempat Nobita dkk tinggal. Namun, settingannya bukan settingan seperti pada film-film Doraemon biasanya yang bermula di komplek rumah Nobita. Bermula di pertengahan kota.

Jadi ditengah kota itu tiba-tiba datang 2 buah pesawat misterius berwarna putih, satunya lagi zeppelin warna-warni yang bawahnya berwarna putih. Pesawat itu berisi seorang misterius di abad 22, membagi bagikan jam lucu (mirip Power Balance) kepada seluruh warga kota (bahkan dunia). Jam itu dibagikan lewat pesawat-pesawat kecil yang keluar dari badan pesawat tersebut.

Jam-jam itu berebut dipake. Kata orang didalam pesawat misterius, "aku siap membuat bahagia selamanya!" Akhirnya dipakailah jam-jam berwarna oranye dan biru itu oleh warga kota.

Selang beberapa waktu, muncullah Doraemon dan Nobita yang sedang berjalan-jalan ditengah kota. Mereka berdua keheranan melihat pesawat sebesar itu bisa terbang mengambang di tengah kota. Lalu Nobita mengambil jam yang terjatuh di aspal. Tiba-tiba Doraemon kaget dan menyuruh jam tersebut dibuang kembali. "Ini jam pengendali manusia di abad ke 22!" begitu kata Doraemon.

"Kalau begitu, jangan-jangan pesawat itu datang dari abad 22?" tanya Nobita, "Bisa jadi," jawab Doraemon sambil melihat pesawat tersebut.

Tiba-tiba orang disekitar terdiam. Satu kota sunyi. Semua orang tertunduk, diam seribu kata. Ternyata orang misterius di pesawat itu sedang mengendalikan! Dan tiba-tiba....

Aku bangun. Mimpiku terputus.

Setengah sadar melihat jam, ternyata baru jam setengah 10. Padahal jam 10 mau kumpul mading, tapi aku mau lihat kelanjutan mimpi itu. Tanpa pikir panjang, aku kembali menutup mataku, dengan kesadaran di batas 50:50.

Dan subhanallah, mimpi itu bisa kulanjutkan, selayaknya aku tidur kembali! Padahal waktu itu masih setengah sadar. Biasanya gak bisa, lho.

Karena sekarang yang mengatur cerita bukan mimpi, jadi aku yang mengatur cerita dalam mimpi Petualangan Doraemon tersebut.

Petualangan panjang dialami Doraemon & Nobita muali dari dikejar-kejar orang-orang yang mendadak seperti menjadi Zombie. Juga ketika Doraemon dan Nobita ditangkap orang misterius di pesawat tersebut. Petualangan seru pun bergulir didalam pesawat, dari adegan bertarung yang konyol dengan bawahan-bawahan orang misterius tersebut yang bentuknya seperti Clone Troopers, tapi mukanya lebih lonjong dan matanya kecil berwarna hijau. Sampai pada alat pengendali seluruh manusia yang superbesar, dan akhirnya gagal dimatikan karena dibuang oleh pasukan pengawal yang anyak tersebut ke bumi. Doraemon dan Nobita selamat karena baling-baling bambu.

Pada akhirnya, setelah orang misterius itu buka kedok dan topeng hitamnya juga kostum robot putihnya yang tinggi, orang tersebut mengaku bernama Doraneko. Sesama robot kucing dari abad ke-22. Tujuannya ke abad 21 adalah untuk meratakan seluruh isi bumi, lalu membangun kembali agar terlihat hijau kembali, dan menjadikan manusia-manusia "zombie" tersebut untuk jongosnya. Doraneko sebelumnya juga membumihanguskan abad 22.

Terjadilah pertarungan sengit antara Nobita dan Doraneko. Doraemon dibuat tak sadar oleh Doraneko ketika melawan. Nobita pun bertarung menggunakan kantong cadangan, yang akhirnya Doraneko dikalahkan oleh kerusakan pada kostum robotnya yang penuh senjata itu. Doraneko kemudian ditangkap oleh Patroli Waktu.

Mimpi ini juga menceritakan akhir dari serial Doraemon. Beberapa diantaranya yaitu Nobita, Shizuka, Giant, dan Suneo (yang jarang muncul di cerita) sudah menginjak akhir kelas 6 SD. Lalu Nobita menyatakan cintanya pada Shizuka. hmmm.

Ketika cerita sudah selesai, akupun langsung terbangun. Dan yang aku pikirkan pertama adalah heran. Karena sebelumnya belum pernah sekalipun melanjutkan mimpi yang terputus! Subhanallah, mungkin ini salah satu keajaiban di bulan Ramadhan.

HIKMAHNYA adalah...

Sebetulnya cuma mau curhat tentang mimpiku kemarin, tapi biar ada gunanya aku kasih hikmah dibalik semua ini...

Ketika aku terbangun, aku tidak rela mimpiku terputus. Aku harus tahu bagaimana akhir mimpiku tadi dengan memaksakan tidur kembali, berharap mimpi bisa lanjut. Dan ternyata semua mimpi lanjut sesuai perintahku, baik ceritanya dari awal sampai endingnya.

Doraemon the Movie dalam mimpiku tersebut juga berbeda dengan film Doraemon yang lainnya. Yang aku impikan didalam mimpi adalah Doraemon dalam animasi 3 dimensi dan ditayangkan dalam format 3-D.

Melanjutkan mimpi ternyata bisa diaplikasikan ke dunia nyata.

Ketika kita punya impian, kita harus berusaha untuk merealisasikan dan meneruskannya sekuat tenaga. Dan niscaya, mimpi-mimpimu perlahan jadi kenyataan, sesuai keinginan!

Seperti yang dibilang Arai dalam Sang Pemimpi, "tanpa mimpi, kita tidak akan bisa terus hidup." Ya, hiduplah dengan mimpi-mimpi di kepalamu. Agar kamu selalu punya semangat hidup dan bekerja untuk meraih mimpi-mimpimu. Semoga sukses semuanya!
Read More and Comments